Al hafidz Al Imam Jalaluddin Assuyuthi, selain beliau pakar hadits, beliau juga pakar tafsir al quran, di kitab Syarhusshudur nya di permulaan bab qiro'atul qur'an lilmayyit au alal qubri. Beliau sudah menjawab pertanyaan anda,
orang yang tidak percaya akan sampainya pahala bacaan alquran kepada Mayyit, berdasar dengan ayat
وأن ليس للإنسان إلا ما سعى (النجم ٣٩)
dan bahwasanya manusia itu tiada memperoleh selain apa yang telah di usahakanya.
Alhafidz Jalaluddin Assuyuthi kemudian menuliskan
وأجاب الأولون عن الأية بأوجه
orang-orang terdahulu (salaf) menjawabi tentang ayat itu dengan berbagai macam jawaban.
أحدها أنها منسوخة بقوله تعالى " والذين أمنوا واتبعتهم ذريتهم " الطور ٢١
الاية أدخل الأبناء الجنة بصلاح الاباء.
Jawaban yang pertama : bahwasanya ayat وأن ليس للإنسان إلا ما سعى (النجم ٣٩)
itu di nasakh dengan ayat " والذين أمنوا واتبعتهم ذريتهم " الطور ٢١
dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan.
Ayat itu menerangkan, anak-anak itu masuk surga karena bagusnya amal baik bapak-bapaknya.
Jadi masuknya anak-anak ke surga, bukan lantaran usahanya sendiri, tetapi berkat lantaran kebagusan amal para bapaknya.
الثانى : أنهاخاصة بقوم إبراهيم ، وقوم موسى صلوات الله على نبينا وعليهما ، فأما هذه الأمة ألمرحومة ،فلها ما سعت وما سعى لها. قاله عكرمة
yang kedua : bahwasanya ayat "
وأن ليس للإنسان إلا ما سعى (النجم ٣٩)
ayat ini khusus bagi qoumnya nabi ibrahim dan qaum nabi musa, adapun umat ini (umat muhammad) adalah umat yang di kasihi, maka bagi mereka adalah apa-apa yang mereka usahakan, dan apa-apa yang di usahakan untuk mereka. Pendapat ini di katakan oleh Sahabat Ikrimah.
الثالث : أن المراد بالأنسان هنا الكافر ، فأما المؤمن فله ماسعت وماسعى له قاله الربيع بن أنس
pendapat yang ke tiga : bahwa yang di kehendaki pda lafadz "al insan" di ayat ini adalah orang kafir, adapun orang mu'min, maka baginya adalah apa-apa yang telah dia usahakan, dan apa-apa yang usahakan untuknya. Ini pendapat Arrabi' bin Anas.
الرابع : ليس للانسان إلا ماسعى من طريق العدل فأما من باب الفضل فجائز أن يزيده الله تعالى ماشاء قاله الحسين بن الفضل
yang ke empat : tidak ada bagi manusia itu, kecuali apa yang dia usahakan, ini adalah dari jalan keadilan (impas-impasan), adapun dari bab keanugrahan, maka wenang Bagi Allah menambahi sesuai dengan apa yang Allah Kehendaki. Telah berpendapat demikian yaitu Alhusain Bin Alfadhol.
Itu riwayat para Salaf mengenai surat annajm 39.
Entri Populer
-
Ada beberapa dalil lagi yang diajukan oleh Golongan pengingkar untuk menolak hadiah pahala untuk si mayyit diantaranya menggunakan dalil fir...
-
2 02 2007 Di seputar periode ini, Marcel A. Boisard melihat ada 3 (tiga) fenomena yang terjadi terkait Isl...
-
‘Asyura berasal dari kata ‘asyara, artinya bilangan sepuluh. Secara istilahi Puasa ‘Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muha...
-
Zainal Arifin 02 November jam 20:50 Balas • Laporkan Anak merupakan karuni...
-
Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja ...
-
ini saya Ini namanya dedi ariyanto , mahasiswa Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahul Ulum Gumawang, pengalaman organisasi Himpunan Mahasi...
-
M.Subandi* Abstract . Biology is life science. As a branch of science which is dealing w...
-
“Aneh ya ki…..” Kata Maula memulai perbincangan. “Apanya yang aneh Nak Mas…?” Tanya Ki Bijak. “Ini Ki, setiap hari senin biasanya ana se...
-
Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adala...
-
Dalam menyimpulkan tentang pengertian Pendidikan Agama Islam terlebih dahulu dikemukakan pengertian pendidikan dari segi etimologi dan termi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar